jembatan timbang truk
Desember 4, 2021 Oleh basjlutyp 0

PROSES PENIMBANGAN DI JEMBATAN TIMBANG

Jembatan timbang adalah alat yang berfungsi untuk mengukur berat kendaraan yang memuat barang-barang seperti truk angkut dan sejenisnya. Timbangan ini dapat dipasang secara permanen atau pun ada juga yang bersifat portabel dan dapat dibawa ke mana-mana.

Penggunaan timbangan ini biasanya ditujukan untuk pengawasan jalan atau pun untuk mengukur besar muatan industri. Anda dapat menemukan penggunaan jembatan timbang ini pada pelabuhan, sektor pertanian, industri pertambangan dan masih banyak lagi.

Ada beberapa jenis jembatan timbang truk:
1. Jembatan timbang konvensional – Jembatan timbang yang satu ini memiliki sebuah platform besar yang digunakan untuk menimbang kendaraan. Platform ini berbentuk seperti jembatan dan memiliki panjang 10 meter, sehingga seluruh bagian kendaraan dapat naik ke atas platform tersebut untuk di timbang. Jika kendaraan tersebut memiliki bagian tambahan seperti kereta gandeng, maka penimbangan akan dilakukan secara terpisah lalu kemudian berat keseluruhan akan diakumulasi untuk mendapatkan berat total secara keseluruhan.
2. Jembatan timbang sumbu – Sesuai dengan namanya jembatan timbang sumbu ini menimbang sumbu kendaraan satu persatu kemudian mengakumulasikannya untuk memberikan berat total dari kendaaran tersebut.
3. Jembatan timbang portabel – Sudah disebutkan di atas bahwa jembatan timbang portabel adalah timbangan truk yang dapat di bawah ke mana-mana. Timbangan ini dapat berupa timbangan untuk masing-masing roda atau bahkan untuk menimbang keseluruhan kendaraan sekaligus.
4. Jembatan timbang modern – Jembatan timbang modern adalah jembatan timabng yang telah melalui proses modernisasi dengan timbangan digital yang terkomputerisasi. Timbangan ini akan menimbang secara otomatis kendaraan yang lewat di atasnya dan bahkan menetapkan batas-batas toleransi dari berat kendaraan tersebut.

Dalam proses penimbangan, kendaraan akan masuk ke dalam kompleks jembatan timbang melalui jalur masuk yang disediakan. Kendaraan diharuskan berhenti di atas platform untuk memulai proses penimbangan. Dalam proses ini, petugas timbangan harus memastikan jembatan timbang aktif untuk dapat mengukur berat kendaraan yang ada di platform. Jika anda menggunakan jembatan timbang modern maka petugas akan memasukkan data JBB/JBKB kendaraan dan sisten komputerisasi dari timbangan akan menghitungnya secara otomatis. Jika terdapat sedikit kelebihan muatan, maka supir kendaraan harus membayar denda dan dapat meneruskan perjalanannya, namun jika berat muatan jauh melebihi batas yang ditentukan maka kelebihan muatan harus di simpan di dalam gudang penumpukan barang. Jika semua proses telah selesai maka kendaraan dapat melanjutkan perjalanannya.

Berdasarkan kebijakan Over Dimension Overload (ODOL) beberapa jenis kendaraan dapat memperoleh toleransi untuk kelebihan muatannya. Seperti misalnya kendaraan yang mengangkut sembako dapat memperoleh toleransi hingga 50%, namun lebih dari itu maka kendaraan dapat di tilang. Kendaraan pengangkut semen dan pupuk juga mendapatkan tonase 40%, lebih dari itu maka kendaraan akan ditilang.