Desember 8, 2021 Oleh basjlutyp 0

Pilih Timbangan Digital atau Analog?

Secara umum, ada dua jenis timbangan yang beredar di pasaran, yaitu timbangan analog dan timbangan digital. Kedua alat pengukur berat badan ini memiliki keunggulan masing-masing. Nah, di antara keduanya, mana yang lebih baik? Simak ulasan berikut untuk menemukan jawabannya.

Timbangan digital vs analog

Bagi orang yang ingin menurunkan berat badan, timbangan bisa menjadi salah satu alat yang paling penting untuk dimiliki. Tanpa alat ukur ini, Anda tidak akan pernah tahu apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Di pasaran, timbangan digital dan analog dijual dalam berbagai jenis, ukuran, dan bentuk.

Nah, jika Anda ingin membeli timbangan tapi masih bingung menentukan pilihan yang tepat, berikut perbandingan kelebihan dan kekurangan keduanya.

Timbangan digital

Timbangan digital disebut juga timbangan elektronik. Timbangan ini bekerja dengan mengubah gaya beban suatu benda menjadi sinyal listrik. Kemudian, sinyal listrik diubah di CPU untuk “menerjemahkan” data. Setelah itu, jumlah barang yang Anda timbang muncul di papan tampilan di layar LCD.

Pada umumnya banyak orang lebih memilih menggunakan timbangan digital daripada manual karena faktor akurasi. Ya, alat ukur ini bisa menunjukkan berat suatu benda dengan lebih detail.

Bahkan, beberapa timbangan digital juga mampu menimbang nilai terkecil sekalipun (bilangan desimal). Hasil angka yang ditampilkan di layar juga lebih mudah dibaca, sehingga tidak membingungkan pengguna

Sayangnya timbangan ini memiliki harga yang cenderung lebih mahal. Meteran ini juga membutuhkan baterai yang harus diganti secara berkala agar tetap berfungsi normal. Tidak berhenti sampai di situ, timbangan ini juga memiliki sistem kalibrasi yang lebih rumit dibandingkan timbangan analog. Namun, jangan khawatir, jika Anda bingung untuk mengkalibrasi alat ukur ini, Anda bisa menggunakan jasa kalibrasi.

Kalibrasi adalah proses pengecekan dan pengaturan tingkat ketelitian suatu alat ukur. Proses ini diperlukan untuk memastikan bahwa hasil pengukuran akurat dan konsisten dengan standar yang telah ditentukan.

Timbangan analog

Timbangan analog adalah timbangan yang bekerja secara mekanis menggunakan sistem pegas. Timbangan ini memiliki tampilan yang khas yaitu adanya garis penanda dan jarum kecil yang berfungsi untuk menunjukkan berat suatu benda.

Ketika sebuah benda diletakkan di atas permukaan timbangan, jarum akan berputar untuk menunjukkan berat benda tersebut. Namun, tanda pada timbangan analog seringkali terlalu kecil dan rapat, sehingga beberapa orang mengeluh sulit membaca hasil akhirnya.

Selain itu, jika Anda menggunakan timbangan ini, Anda juga perlu memastikan terlebih dahulu bahwa jarum timbangan berada di angka nol. Jika tidak, timbangan tidak akan menunjukkan hasil yang sebenarnya. Dibandingkan dengan timbangan digital, keakuratan alat ukur ini juga lebih rendah. Pasalnya, jarum timbangan bisa bergerak jika benda yang ditimbang bergerak meski hanya sedikit.

Kabar baiknya adalah timbangan analog dikatakan lebih tahan lama dibandingkan timbangan digital. Perawatannya juga dinilai tidak serumit timbangan digital karena tidak perlu mengganti baterai secara berkala. Di pasaran, alat ukur jenis ini juga memiliki harga yang lebih murah dibandingkan timbangan digital.

Jadi, timbangan mana yang terbaik?

Keputusan untuk membeli timbangan mana yang terbaik tergantung pada kebutuhan Anda. Jika Anda membutuhkan timbangan dengan ketelitian tertentu, mudah dibawa dan dipahami, timbangan digital adalah jawabannya.

Perlu dipahami bahwa alat ukur ini biasanya dijual dengan harga yang relatif lebih mahal dibandingkan timbangan analog. Tak hanya itu, timbangan ini juga memerlukan perawatan khusus, seperti mengganti baterai secara berkala. Anda mungkin juga perlu membayar lebih untuk membayar layanan kalibrasi.

Sedangkan jika Anda mencari timbangan yang bisa digunakan dalam jangka panjang dan minim perawatan, Anda bisa memilih timbangan analog. Pasalnya, alat ukur jenis ini seringkali menggunakan bahan yang tahan banting dan tidak mudah pecah.

Anda juga tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli baterai karena pada dasarnya timbangan jenis ini tidak membutuhkan baterai. Namun, timbangan analog cenderung lebih besar dan lebih berat daripada timbangan digital.