Maret 8, 2020 Oleh basjlutyp 0

Pembelajaran Tentang Tafsir Mimpi Saat Ini

Teori tentang fungsi mimpi itu terasa agak kontradiktif. Studi terbaru menemukan bahwa bermimpi dan belajar saling berhubungan: orang berpikir lebih baik setelah tidur nyenyak; mereka mengingat keterampilan yang kompleks dan cerita sebelum tidur dengan lebih baik.

Namun, teori lain adalah bahwa mimpi berkaitan dengan melupakan atau, lebih khusus lagi, dengan membuang informasi yang tidak berguna dari otak kita selama tidur, seperti “membersihkan” komputer besar.

Hubungan yang tepat antara gambar mimpi dan menghapus atau meningkatkan ingatan kita tidak jelas. Setelah keluar dari tidur REM, sulit untuk mengingat mimpi yang baru saja kita alami. Begitu sulit sehingga mimpi yang sangat jelas dan traumatis atau tidak biasa pun segera terlupakan. Jika Anda benar-benar mengalami kecelakaan mobil yang mengerikan atau benar-benar mengalami hubungan seksual, Anda tidak akan melupakannya dalam waktu 15 menit, bukan?

Jadi, mimpi dan melupakan (atau menekan) terhubung entah bagaimana. Mungkin, seperti yang dikatakan Freud, hubungannya karena mimpi sarat dengan dorongan seksual dan agresif yang buruk yang ingin dilupakan oleh pikiran sadar kita. Namun, bayi yang baru lahir menghabiskan 50% dari waktu tidur mereka dalam tidur REM (dan mereka banyak belajar dan lupa) tapi saya ragu apakah anak usia 3 minggu kewalahan dengan seksualitas yang tabu dan permusuhan. Selain itu, seperti bayi, ada yang menghabiskan waktu berjam-jam dalam tidur REM.

Teka-teki dan teori ini menarik tetapi tidak banyak memberi tahu kita tentang arti mimpi. Jelas, mimpi bukanlah aktivitas saraf yang kacau secara acak, tetapi mungkin juga bukan jendela jiwa. Beberapa studi mimpi menyimpulkan bahwa mimpi kita mencerminkan kepedulian emosional sadar utama kita.

Akibatnya, mimpi kita menggarisbawahi masalah kita saat ini, daripada menyembunyikan atau menghapusnya. Adapun isi mimpi, meski simbolis, bisa dengan mudah dikaitkan dengan hal-hal yang secara sadar mengkhawatirkan kita malam ini. Pikiran seharusnya menyelidiki masa lalu kita untuk menemukan seseorang, situasi, atau simbol yang sesuai dengan perasaan yang menekan kita selama kita tidur. Seolah-olah mimpi buruk memberi tahu kita untuk memperhatikan suatu masalah dengan serius.

Ada juga yang mempercayai bahwa mimpi memberi kita solusi untuk masalah yang penting tetapi tertekan. Dia mengatakan pikiran sadar, sibuk dengan banyak hal dn sering meneruskan masalah emosional yang sulit ke pikiran bawah sadar untuk dipecahkan.

Mimpi adalah cara pikiran bawah sadar memberi kita kebijaksanaan dalam menangani situasi emosional. Dengan demikian, pikiran sadar perlu menemukan masalah apa yang sedang dikerjakan oleh pikiran bawah sadar dan kemudian menguraikan solusi dari alam bawah sadar. Pakar mimpi lainnya terus-menerus menerbitkan buku baru untuk memahami atau mengendalikan mimpi yang kita alami.

Seperti yang diyakini beberapa suku kuno, dukun India, penafsir mimpi yogi, dan psikoanalis, mungkin kita harus memperhatikan mimpi untuk mendapatkan wawasan bagi kesehatan emosional kita. Manusia pasti ingin mendapatkan tafsir mimpi yang memiliki makna.

Tetapi psikolog fisiologis menemukan semakin banyak bukti bahwa mimpi mungkin hanyalah pikiran kita yang berusaha keras untuk memahami sinyal-sinyal tidak berarti yang menyimpang dari otak tengah selama tidur. Kemungkinan ini seharusnya membuat kita berhati-hati. Pikirkan seperti ini: mungkin mimpi bukanlah pesan tersamar yang sangat signifikan dari alam bawah sadar kita.

Bisa jadi tafsir mimpi yang sebenarnya memang mencerminkan kekhawatiran kita tentang apa yang terjadi dan ingatan kita. Juga, spekulasi sadar kita tentang mengapa korteks kita memiliki asosiasi tertentu (menghasilkan mimpi yang hidup, kompleks, dan menarik) dengan sinyal acak dapat membantu pemahaman diri kita.