Januari 12, 2021 Oleh basjlutyp 0

Kenapa kita bermimpi?

Ada banyak orang yang mempertanyakan alasan kenapa manusia bisa bermimpi. Mimpi adalah sesuatu yang menarik perhatian banyak orang untuk dipelajari hanya mimpi menjadi bagian dari alam bawah sadar manusia yang sangat sulit untuk dipahami.

Terkadang seseorang mengalami mimpi saat sedang tidur dan terkadang juga tidak mengalami mimpi sama sekali. Ini banyak orang yang mempercayai bahwa mimpi timbul dari pikiran pikiran manusia yang paling mendalam.

Jadi hal apa saja yang paling dipikirkan oleh orang tersebut bisa menjadi pemicu dari mimpinya. Orang-orang yang sedang dalam kondisi kejiwaan yang senang biasanya juga akan mendapatkan mimpi yang baik.

Sedangkan orang-orang yang kondisi jiwanya sedang tertekan maka seringkali juga mendapatkan mimpi yang buruk. Kondisi inilah yang membuat ada banyak praktisi akademik yang berpendapat bahwa mimpi sangat terkait dengan kondisi pikiran seseorang.

Namun tentu saja ada sekelompok orang yang berpendapat lain dan beranggapan bahwa mimpi adalah pesan-pesan dari alam tentang sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Mereka berpendapat bahwa tidak selamanya orang-orang yang merasa senang mendapatkan mimpi yang baik.

Begitu juga sebaliknya tidak semua orang yang sedang mendapatkan mimpi yang buruk. Hal inilah yang menimbulkan munculnya beberapa tafsir mimpi di berbagai kebudayaan. Jika kita membaca sejarah maka tafsir mimpi ini sudah ada sejak kebudayaan mesir, mesopotamia, cina dan lain sebagainya.

Bahkan di indonesia sendiri ada beberapa kebudayaan yang sangat mempercayai tafsir mimpi. Salah satu kebudayaan itu adalah jawa yang bahkan mempunyai buku primbon untuk menafsirkan mimpi.

Buku primbon adalah sebuah buku yang berisi kumpulan kode-kode atau kejadian-kejadian yang sering terjadi di alam bawah sadar untuk kemudian diartikan menjadi sebuah makna. Di tahun 70-an hingga 90-an ada banyak toko buku yang menjajakan buku buku primbon ini.

Dan ternyata ada cukup banyak masyarakat yang membeli buku-buku mimpi primbon ini. Pada masa itu orang-orang yang membeli buku primbon ini lebih didominasi oleh orang-orang yang mengikuti undian berhadiah sdsb.

Mereka sering yang percaya bahwa kode-kode di dalam mimpinya bisa menjadi angka peruntungan. Jadi ada banyak sekali bentuk kepercayaan mengenai mimpi yang tersebar di masyarakat. Tapi ada banyak orang yang saat ini sudah tidak mempercayai lagi tafsir mimpi.

Mereka melihat mimpi hanya sebagai bunga-bunga tidur saja. Di sisi lain ada kalangan akademisi yang melihat mimpi sebagai cerminan dari alam bawah sadar seseorang.

Dunia psikologi mempercayai bahwa alam mimpi adalah bentuk pikiran-pikiran terpendam yang sulit untuk dilakukan di kehidupan sehari-hari. Karena pikiran-pikiran ini terpendam maka orang tersebut memikirkannya pada saat sedang tertidur.

Oleh karena pemahaman dunia psikologi seperti ini, nggak ada banyak sekali praktis psikologi yang mencoba mendalami penggunaan dari mimpi. Mereka membuat sistem tafsir mimpi sendiri dengan tujuan mengenali kondisi kejiwaan seorang pasien.