adab mimpi
Mei 15, 2020 Oleh pandawa19 0

Ini Adab Jika Seorang Mimpi Baik dan Buruk

Seringkali manusia bermimpi saat ia tengah tidur. Terkadang sifat dari mimpi itu ada yang baik, tetapi juga seringkali bersifat buruk. Namun juga tak jarang hanya mimpi laluan saja tanpa makna.

Ada mimpi yang memiliki makna tersendiri sebagaimana disebutkan ahli agama islam, seperti mimpi gigi copot, mimpi melihat orang meninggal, mimpi menikah dan lain sebagainya.

Atau ada juga yang merupakan mimpi laluan saja, seperti saat seseorang beraktifitas harian menginginkan makanan A yang sangat lezat, namun belum sampai merasakannya ia justru tertidur. Dan dalam tidur itu ia makan makanan A yang ia inginkan saat ia bangun tadi. Bisa jadi ini adalah mimpi laluan atau bunga tidur yang tidak ada artinya.

 

Adab Bermimpi dalam Islam

Dalam Islam, ketika seseorang bermimpi maka ada petunjuk yang bisa dilakukan setelah seorang bangun tidur. Jika itu mimpi yang tidak ada tafsirnya kecuali seperti yang dilihat dimimpi maka cukup dimaknai seperti itu.

Tetapi jika mimpi itu adalah mimpi buruk atau tidak disukai, maka ada arahan dari Nabi setelah mimpi tersebut.

Sabda Nabi tersebut menyebutkan bahwa jika seseorang bermimpi dalam tidurnya, dengan sesuatu yang disukainya maka hendaklah memuji Allah swt, sebab itu kabar gembira dariNya.

Tetapi jika mimpi itu tidak disukai orang beriman, maka mimpi itu berasal dari syetan untuk menjauhkannya dari ibadah, maka janganlah takut. Kemudian hendaklah ia meminta perlindungan dari Allah swt.

 

Adab Jika Mimpi Buruk

Kemudian adab selanjutnya adalah tidak menceritakan mimpi buruk kepada yang lainnya. Dan hal itu tidak akan membahayakan tanpa izin Allah swt.

Berikut adab seorang, jika ia mimpi buruk

  1. Meminta perlindungan kepada Allah swt. Sebab mimpi buruk itu datang dari syetan.
  2. Hendaklah seorang yang mimpi buruk itu meludah ke kiri, sebanyak tiga kali.
  3. Tidak menceritakan kepada siapapun tentang mimpi buruk itu.
  4. Meyakini bahwa tidak ada yang mampu memberi manfaat atau mudhorot, kecuali atas izin Allah.

Dalam riwayat Ibnu Sinni, salah satu doa yang hendaknya dibaca adalah doa berikut.

Huwalloh, Allahu Robbi laa syariika lahu. A’udzu bikalimatillahit Taamati min ghodobihi wa min syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatis syayaatiin wa an yahduruun.

Atau bisa juga dengan doa berikut

“Allahumma Innii a’uudzubika min ‘amalis syaitoon wa sayyiatil ahlaam.”

 

Adab Jika Mimpi Baik

Adapun jika seseorang mimpi dengan mimpi yang baik, atau jenis mimpi yang disukai olehnya, maka adabnya adalah

  1. Memuji Allah swt atas mimpi tersebut. Sebab mimpi itu adalah kabar gembira dari Allah swt.
  2. Bergembira dengan mimpi baik itu. Maka termasuk dari mensyukuri nikmat baik adalah dengan bergembira dan mengucap alhamdulillah (segala pujian untuk Allah swt).
  3. Boleh menceritakan mimpi yang baik itu, jika hal itu mengandung maslahat dan tidak membuat madhorot.

Demikan adab-adab dari mimpi baik atau buruk sebagaimana disebutkan oleh para ulama’ diantaranya Ibnu Hajar saat menjelaskan hadits Nabi tentang mimpi seorang muslim.